Quantum Computing dan Ancaman bagi Enkripsi Klasik

By SumedangKab-CSIRT in Berita Keamanan Siber

Berita Keamanan Siber
Dunia keamanan siber baru-baru ini dikejutkan dengan laporan bahwa sebuah tim ilmuwan di China berhasil melakukan serangan kuantum pertama yang efektif terhadap metode enkripsi klasik. Serangan ini dilakukan menggunakan komputer kuantum dari D-Wave Systems, sebuah perusahaan Kanada, dan berhasil membobol algoritma kriptografi yang banyak digunakan di sektor penting seperti perbankan dan militer.
.
Algoritma yang diserang adalah Substitution-Permutation Network (SPN), yang merupakan inti dari Standard Enkripsi Lanjutan (AES) yang kadang-kadang digambarkan sebagai enkripsi tingkat militer dan dianggap tahan terhadap serangan kuantum. Namun, keberhasilan serangan ini menimbulkan peringatan bahwa terobosan tersebut menimbulkan "ancaman nyata dan substansial".
.
Komputer kuantum memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terlalu rumit bagi komputer biasa dan pada akhirnya mungkin mampu membobol sebagian besar algoritma kunci publik. Hal ini telah mendorong upaya untuk membuat kriptografi yang "tahan kuantum". Pada awal tahun ini, Institut Standar dan Teknologi Nasional (NIST) merilis serangkaian algoritma enkripsi utama yang dirancang untuk bertahan terhadap serangan siber yang dihasilkan oleh komputer kuantum di masa depan.
.
Laporan ini menunjukkan pentingnya pengembangan dan adopsi standar kriptografi pasca-kuantum untuk melindungi data sensitif dan rahasia dari ancaman komputer kuantum yang semakin maju. Ini juga menyoroti perlunya pemahaman yang lebih dalam tentang teknologi kuantum dan implikasinya bagi keamanan siber global.


















Sumber : Cybernews
Back to Posts