Pavel Durov, pendiri aplikasi perpesanan populer Telegram, baru-baru ini ditangkap di Prancis. Penangkapan ini menimbulkan berbagai reaksi global dan menimbulkan pertanyaan tentang kebebasan berbicara dan privasi online.
.
Durov, yang sering disebut sebagai 'Zuckerberg-nya Rusia', telah menjadi tokoh penting dalam dunia teknologi karena penciptaan platform media sosial VK dan Telegram. Telegram yang didirikan oleh Durov dan saudaranya di Rusia pada tahun 2013, terkenal karena sistem enkripsi end-to-end yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi secara pribadi.
.
Penangkapan Durov terjadi di Bandara Le Bourget di Paris dan dilaporkan berkaitan dengan penyelidikan atas kurangnya moderasi pada aplikasi Telegram, yang dituduh tidak cukup berkooperasi dengan penegak hukum dalam hal perdagangan narkoba, konten seksual anak, dan penipuan.
.
Telegram telah menjadi sumber informasi kritis tentang perang di Ukraina yang dapat digunakan secara luas oleh pejabat pemerintah dari kedua belah pihak. Aplikasi ini juga telah menjadi bagian penting dari komunikasi pemerintah selama konflik tersebut.
.
Reaksi atas penangkapan Durov bervariasi, mulai dari Vitalik Buterin, pencipta Ethereum, dan Justin Sun, pendiri Tron, yang merupakan beberapa dari banyak tokoh kripto yang menyuarakan pendapat mereka. Sementara itu, pemerintah Rusia mengkritik penangkapan tersebut sebagai contoh standar ganda Barat terhadap kebebasan berbicara.
.
Penangkapan Durov menimbulkan pertanyaan penting tentang batasan kebebasan berbicara dan tanggung jawab platform media sosial dalam memoderasi konten. Ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh perusahaan teknologi yang beroperasi di skala global, di mana mereka harus menavigasi berbagai hukum dan peraturan yang berbeda-beda. Kasus ini masih berkembang, dan banyak yang menantikan hasil penyelidikan dan dampak jangka panjangnya terhadap industri teknologi dan hak-hak sipil.
Sumber : Hackread
Gambar
.
Durov, yang sering disebut sebagai 'Zuckerberg-nya Rusia', telah menjadi tokoh penting dalam dunia teknologi karena penciptaan platform media sosial VK dan Telegram. Telegram yang didirikan oleh Durov dan saudaranya di Rusia pada tahun 2013, terkenal karena sistem enkripsi end-to-end yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi secara pribadi.
.
Penangkapan Durov terjadi di Bandara Le Bourget di Paris dan dilaporkan berkaitan dengan penyelidikan atas kurangnya moderasi pada aplikasi Telegram, yang dituduh tidak cukup berkooperasi dengan penegak hukum dalam hal perdagangan narkoba, konten seksual anak, dan penipuan.
.
Telegram telah menjadi sumber informasi kritis tentang perang di Ukraina yang dapat digunakan secara luas oleh pejabat pemerintah dari kedua belah pihak. Aplikasi ini juga telah menjadi bagian penting dari komunikasi pemerintah selama konflik tersebut.
.
Reaksi atas penangkapan Durov bervariasi, mulai dari Vitalik Buterin, pencipta Ethereum, dan Justin Sun, pendiri Tron, yang merupakan beberapa dari banyak tokoh kripto yang menyuarakan pendapat mereka. Sementara itu, pemerintah Rusia mengkritik penangkapan tersebut sebagai contoh standar ganda Barat terhadap kebebasan berbicara.
.
Penangkapan Durov menimbulkan pertanyaan penting tentang batasan kebebasan berbicara dan tanggung jawab platform media sosial dalam memoderasi konten. Ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh perusahaan teknologi yang beroperasi di skala global, di mana mereka harus menavigasi berbagai hukum dan peraturan yang berbeda-beda. Kasus ini masih berkembang, dan banyak yang menantikan hasil penyelidikan dan dampak jangka panjangnya terhadap industri teknologi dan hak-hak sipil.
Sumber : Hackread
Gambar