MongoDB, sebuah perusahaan yang menyediakan layanan penyimpanan data dan hosting database online, mengumumkan bahwa sistem korporatnya telah diserang oleh peretas dan informasi pelanggan telah terpapar dalam sebuah insiden keamanan yang terdeteksi pada awal minggu ini.
.
Menurut pernyataan resmi dari MongoDB, peretas berhasil mendapatkan akses ke beberapa sistem internal perusahaan, termasuk sistem yang menyimpan metadata akun pelanggan, seperti nama, alamat email, nomor telepon, dan informasi pembayaran. MongoDB mengatakan bahwa tidak ada data pelanggan yang disimpan di platform cloud mereka yang terpengaruh oleh serangan ini.
.
MongoDB mengatakan bahwa mereka telah menutup akses yang tidak sah, memperkuat sistem keamanan mereka, dan memberitahukan otoritas penegak hukum tentang insiden ini. Mereka juga menyarankan pelanggan untuk mengubah kata sandi akun mereka dan mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor.
.
Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya bagi perusahaan yang menyimpan data sensitif pelanggan untuk melindungi sistem mereka dari serangan siber. MongoDB sendiri telah menjadi sasaran peretas sebelumnya, yang mengeksploitasi konfigurasi MongoDB yang tidak aman yang ditinggalkan terbuka di internet, menghapus isinya, dan meninggalkan catatan tebusan yang menuntut pembayaran kripto untuk pengembalian data yang aman.
.
Salah satu contoh terkenal dari serangan semacam ini adalah pada tahun 2016, ketika seorang peretas mengambil lebih dari 58 juta catatan pelanggan dari sebuah perusahaan penyimpanan data bernama Modern Business Systems (MBS), yang menggunakan MongoDB sebagai basis datanya. Data yang dicuri termasuk nama, tanggal lahir, email, alamat, judul pekerjaan, nomor telepon, data kendaraan, dan alamat IP pelanggan.
.
Peretas yang menyebut dirinya 0x2Taylor di Twitter memposting beberapa kali selama akhir pekan, merilis setidaknya 58 juta catatan yang dicuri dari sistem MBS. Pada saat penulisan, MBS belum membuat pernyataan tentang pelanggaran keamanan yang jelas, tetapi peneliti mengklaim bahwa mereka dapat mengkonfirmasi bahwa MBS menjalankan basis data MongoDB yang tidak aman, yang dapat diakses oleh siapa saja tanpa otentikasi.
.
Serangan terhadap MongoDB bukanlah hal yang baru, dan penggunaan mesin pencari seperti Shodan telah mempermudah peretas untuk mengidentifikasi sistem yang terhubung ke internet yang tidak diamankan, atau menampakkan diri secara online ketika seharusnya tidak terlihat oleh dunia luar. Pada Desember tahun lalu, blog Shodan melaporkan bahwa ada setidaknya 35.000 kasus MongoDB yang dapat diakses secara publik, tanpa otentikasi, melalui internet.
.
Menghubungkan server telanjang tanpa keamanan yang terpasang langsung ke internet adalah meminta masalah. Meskipun ada fitur keamanan yang dibangun ke dalam MongoDB, sangat mengherankan bahwa banyak administrator masih belum mengonfigurasi mereka dengan benar atau meninggalkan mereka dinonaktifkan. Korban masa lalu dari peretasan yang terkait dengan MongoDB termasuk Verizon, dan situs kencan 'elit' BeautifulPeople.
.
Untuk mencegah kebocoran data seperti ini, perusahaan yang menggunakan MongoDB harus mengikuti praktik terbaik keamanan, seperti mengenkripsi data, mengaktifkan autentikasi, membatasi akses jaringan, membuat cadangan data, dan memantau aktivitas yang mencurigakan. Selain itu, perusahaan harus melakukan audit keamanan secara berkala dan memberikan pelatihan keamanan kepada karyawan mereka.
.
MongoDB adalah salah satu platform database paling populer di dunia, dengan lebih dari 18.400 pelanggan di lebih dari 100 negara¹. Namun, popularitasnya juga membuatnya menjadi target yang menarik bagi peretas yang mencari data berharga. Oleh karena itu, perusahaan yang menggunakan MongoDB harus selalu waspada dan berhati-hati dalam melindungi data mereka dan pelanggan mereka dari ancaman siber.
sumber
gambar
.
Menurut pernyataan resmi dari MongoDB, peretas berhasil mendapatkan akses ke beberapa sistem internal perusahaan, termasuk sistem yang menyimpan metadata akun pelanggan, seperti nama, alamat email, nomor telepon, dan informasi pembayaran. MongoDB mengatakan bahwa tidak ada data pelanggan yang disimpan di platform cloud mereka yang terpengaruh oleh serangan ini.
.
MongoDB mengatakan bahwa mereka telah menutup akses yang tidak sah, memperkuat sistem keamanan mereka, dan memberitahukan otoritas penegak hukum tentang insiden ini. Mereka juga menyarankan pelanggan untuk mengubah kata sandi akun mereka dan mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor.
.
Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya bagi perusahaan yang menyimpan data sensitif pelanggan untuk melindungi sistem mereka dari serangan siber. MongoDB sendiri telah menjadi sasaran peretas sebelumnya, yang mengeksploitasi konfigurasi MongoDB yang tidak aman yang ditinggalkan terbuka di internet, menghapus isinya, dan meninggalkan catatan tebusan yang menuntut pembayaran kripto untuk pengembalian data yang aman.
.
Salah satu contoh terkenal dari serangan semacam ini adalah pada tahun 2016, ketika seorang peretas mengambil lebih dari 58 juta catatan pelanggan dari sebuah perusahaan penyimpanan data bernama Modern Business Systems (MBS), yang menggunakan MongoDB sebagai basis datanya. Data yang dicuri termasuk nama, tanggal lahir, email, alamat, judul pekerjaan, nomor telepon, data kendaraan, dan alamat IP pelanggan.
.
Peretas yang menyebut dirinya 0x2Taylor di Twitter memposting beberapa kali selama akhir pekan, merilis setidaknya 58 juta catatan yang dicuri dari sistem MBS. Pada saat penulisan, MBS belum membuat pernyataan tentang pelanggaran keamanan yang jelas, tetapi peneliti mengklaim bahwa mereka dapat mengkonfirmasi bahwa MBS menjalankan basis data MongoDB yang tidak aman, yang dapat diakses oleh siapa saja tanpa otentikasi.
.
Serangan terhadap MongoDB bukanlah hal yang baru, dan penggunaan mesin pencari seperti Shodan telah mempermudah peretas untuk mengidentifikasi sistem yang terhubung ke internet yang tidak diamankan, atau menampakkan diri secara online ketika seharusnya tidak terlihat oleh dunia luar. Pada Desember tahun lalu, blog Shodan melaporkan bahwa ada setidaknya 35.000 kasus MongoDB yang dapat diakses secara publik, tanpa otentikasi, melalui internet.
.
Menghubungkan server telanjang tanpa keamanan yang terpasang langsung ke internet adalah meminta masalah. Meskipun ada fitur keamanan yang dibangun ke dalam MongoDB, sangat mengherankan bahwa banyak administrator masih belum mengonfigurasi mereka dengan benar atau meninggalkan mereka dinonaktifkan. Korban masa lalu dari peretasan yang terkait dengan MongoDB termasuk Verizon, dan situs kencan 'elit' BeautifulPeople.
.
Untuk mencegah kebocoran data seperti ini, perusahaan yang menggunakan MongoDB harus mengikuti praktik terbaik keamanan, seperti mengenkripsi data, mengaktifkan autentikasi, membatasi akses jaringan, membuat cadangan data, dan memantau aktivitas yang mencurigakan. Selain itu, perusahaan harus melakukan audit keamanan secara berkala dan memberikan pelatihan keamanan kepada karyawan mereka.
.
MongoDB adalah salah satu platform database paling populer di dunia, dengan lebih dari 18.400 pelanggan di lebih dari 100 negara¹. Namun, popularitasnya juga membuatnya menjadi target yang menarik bagi peretas yang mencari data berharga. Oleh karena itu, perusahaan yang menggunakan MongoDB harus selalu waspada dan berhati-hati dalam melindungi data mereka dan pelanggan mereka dari ancaman siber.
sumber
gambar