Perusahaan keamanan siber Fortinet baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa mereka telah mengalami data breach setelah seorang peretas mengklaim telah mencuri 440GB data. Insiden ini terjadi ketika seorang individu tidak berwenang mendapatkan akses ke sejumlah file yang disimpan di file sharing cloud drive pihak, data yang bocor mencakup data terbatas yang merupakan data sejumlah pelanggan Fortinet. Perusahaan tersebut telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi pelanggan dan telah berkomunikasi langsung dengan pelanggan yang terdampak untuk mendukung rencana mitigasi risiko mereka.
.
Menurut Fortinet, tidak ada indikasi bahwa insiden ini telah mengakibatkan aktivitas jahat yang mempengaruhi pelanggan manapun. Operasi, produk, dan layanan Fortinet tidak terpengaruh, dan tidak ada bukti akses tambahan ke sumber daya Fortinet lainnya. Insiden ini tidak melibatkan enkripsi data, penyebaran ransomware, atau akses ke jaringan korporat Fortinet. Setelah mengidentifikasi insiden tersebut, Fortinet segera memulai investigasi, mengandung insiden dengan mengakhiri akses individu yang tidak berwenang, dan memberitahukan penegak hukum serta lembaga keamanan siber global terpilih.
.
Insiden ini menyoroti pentingnya keamanan siber dan risiko yang terus berkembang dari serangan siber dan juga menunjukkan bahkan perusahaan keamanan siber besar tidak kebal dari seranagan data breach. Insiden ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya praktik keamanan yang kuat, baik untuk individu maupun organisasi.
Sumber : Hackread
.
Menurut Fortinet, tidak ada indikasi bahwa insiden ini telah mengakibatkan aktivitas jahat yang mempengaruhi pelanggan manapun. Operasi, produk, dan layanan Fortinet tidak terpengaruh, dan tidak ada bukti akses tambahan ke sumber daya Fortinet lainnya. Insiden ini tidak melibatkan enkripsi data, penyebaran ransomware, atau akses ke jaringan korporat Fortinet. Setelah mengidentifikasi insiden tersebut, Fortinet segera memulai investigasi, mengandung insiden dengan mengakhiri akses individu yang tidak berwenang, dan memberitahukan penegak hukum serta lembaga keamanan siber global terpilih.
.
Insiden ini menyoroti pentingnya keamanan siber dan risiko yang terus berkembang dari serangan siber dan juga menunjukkan bahkan perusahaan keamanan siber besar tidak kebal dari seranagan data breach. Insiden ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya praktik keamanan yang kuat, baik untuk individu maupun organisasi.
Sumber : Hackread